Berawal dari perjumpaan saya dengan amang Praeses HKBP Distrik Sumbagsel, Pdt. Saur Simanjuntak, STh di Bandara Kualanamu, Jumat 18 Juli 2015. Saya pernah menjadi sekretaris beliau ketika melayani sebagai Praeses di Distrik Langkat. Panjang cerita, kami membahas topik sekitar pertanian Organik di Pedesaan. Saya dapat ilmu dari pengalaman beliau ketika Praeses di HKBP Dsitrik Tanah Jawa.
Pengalaman dan ilmu tersebut adalah:
- Ternyata, Padi punya imun tersendiri, ketika ditanam dengan organik, yang kebal terhadap tikus. Sesuai dengan penelitian para ahli, tutur beliau...ketika Padi disuguhi dengan pupuk kimiawi, maka rasa padi akan manis, manis kesukaan tikus. Namun ketika padi ditanam dengan organik non pupuk kimia, padi akan tumbuh baik, namun rasanya tidak begitu manis, rasanya alami. Ternyata rasa ini tidak disukai oleh tikus. Ketika padi seluruhnya ditanam organik, tikus jadi stress, dan terpaksa makan padi organik tersebut, yang ternyata membuat tikus DIARE....sampai sakit-sakitan dan tewas...Hidup Organik.
- Ternak Ayam...Musuh utama beternak ayam adalah mati mendadak karena virus dan bakteri. Umumnya menular dari humus kotoran ayam ras, yang katanya organik, padahal bukan, karena ayam peternak tersebut sudah dibesarkan dengan pakan kimia. Oleh karena itu, untuk memusnahkan bakteri dan virus tersebut, boleh dengan menyemprotkan Formalin ke kandang dengan waktu tenggang 5 bulan. Kemudaian setelah kandangnya steril tanpa bakteri (dibiarkan kosong selama 5 bulan), ayam dimasukkan dengan konsep kandang alamiah, dengan ventilasi (penyinaran) yang baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar